Banner Event

Yang Digoyang yang Dipinang

AKSIBORNEO – GOYANG menggoyang kursi empuk sudah biasa di dalam kancah politik, baik antar lawan politik tak terkecuali sesama internal seperahu sehaluan.

Biasanya yang berjuang – tepatnya berlaga, adalah para kandidat perebut kursi dewan atau kursi nomor one baik di daerah maupun yang di tingkat pusat.

Tak perlu mengelak, lazim menjadi rahasia umum, kepingin kursi enak – dukun bertindak. Urusan politik dibawa ke pintu masuk ‘orang pinter’. MasyaAllah, mau sirik, mau musrik, memang masalah buat NT?

Itu biasanya, yang luar biasa ketika Anies Baswedan digadang-gadang banyak orang untuk menyetir sedan RI-1, aroma politik malah sudah masuk duluan ke ruang orang pintar yang benar-benar pintar terkenal dengan geliatnya OTT.

Ramai di pemberitaan, bahwa Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Firli Bahuri ditengarai menjegal Anies Baswedan untuk meluncur ke Capres 2024.

Gubernur DKI Jakarta itu datang ketika diminta datang ke lembaga anti rasuah itu.

Panggil memanggil apa pun istilahnya, tidaklah merupakan undangan ecek-ecek, itu dilakukan setelah gelar perkara.

Usai begini begitu sehariaan pertanyaan Satgas Pengusut KPK yang menyasar hal-ihwal Formula E, Anies keluar dengan sumringah memberi keterangan, Rabu (7 Sept 2022) sore.

Tak sampai di situ manuver KPK yang dikomandani oleh Firli Bahari terus menggoreng upaya kriminalisasi Anies masuk penjara. Memang benar sih, masalah prestasi tak menghalangi orang masuk ke balik terali besi. Namun bocoran dari dalam menyebut, tim pengusut KPK kewalahan karena tak dapat menemukan bukti permulaan yang cukup.

Mantan penyelidik KPK – Aulia Postiera lewat akun Twitternya, @paijodirajo, merespons pemberitaan Ketua KPK – Firli Bahuri, yang ditengarai terus mendesak satuan tugas pengusut kasus Formula E untuk menetapkan Anies Baswedan sebagai tersangka.”

Menurut mantan penyelidik KPK itu, ia tidak terkejut membaca berita itu. Aulia Postiera menjelaskan, tahun lalu Firli Bahuri CS berhasil memecat 58 orang pegawai KPK dengan sewenang-wenang dan akal-akalan.

Namun, teranyar pada Selasa (4 Okt 2022) KPK memastikan pengusutan terhadap penyelidikan kasus dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E akan terus berjalan. Kendati Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah dideklarasikan oleh Partai Nasdem sebagai calon presiden. Ditegaskan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, bahwa hal tersebut tak mengganggu proses penyelidikan tersebut dan akan terus berlanjut.

Meskipun Anies Baswedan tengah digoyang KPK, Partai NasDem meminangnya sebagai calon presiden yang akan diusung pada Pilpres 2024 mendatang. Dipinang langsung oleh Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh, dalam acara resmi, Senin (3 Okt 2022).

Anies yang akan mengakhiri masa jabatan Gubernur DKI pada 16 Oktober 2022, dengan bismilah menerima pinangan Nasdem.

Banyak orang, banyak kalangan, banyak pihak, menyayangkan manuver KPK. Apalagi ada bocor halus dari orang dalam, bahwa Satgas Pengusut Formula E dari KPK tak dapat menemukan adanya bukti permulaan yang cukup. Terlalu dipaksakan.

Lembaga anti rasuah bukan lembaga perdukunan, tapi aroma bunga-bunga politik terbaui, apakah ada titipan salam politik dalam upaya kriminalasi Capres 2024 pilihan Nasdem itu?

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Prof Nadirsyah Hosen atau yang akrab dengan sapaan nama Gus Nadir ikut angkat bicara. Gus Nadir menilai berbahaya jika Komisi Pemberantasan Korupsi ditarik ke wilayah politik praktis.* (Pontianak, Rabu 5052022,22.00WIB)

*Penulis Pimred AksiBorneo

Baca juga : Diperiksa KPK, Anies Baswedan Merasa Senang: “Supaya Terang Benderang”, ujarnya

Ketua KPK Firli Bahuri Ditengarai Menjegal Anies, Gus Nadir: Berbahaya jika KPK Ditarik ke Wilayah Politik Prakti

Ditengarai Menjegal Anies Baswedan, Mantan Penyelidik KPK Ingatkan Akal-akalan Firli Bahuri Pecat 58 Pegawai

Comments
Loading...