Banner Event

Pilgub Kalbar: Incumbent Diantara yang Dianggap Membelot dan yang Melanggar Nasihat Buya

Kawal Pilkada

AKSI bongkar-pasang bacawagub itu terjadi antara incumben Sutarmidji vs wakil – Ria Norsan yang diprediksi tak bakal bisa baikan seperti sinyalemen AksiBorneo sejak awal.

ISU Liar Berkembang, Bacagub Kalbar Bubar: Sutarmidji vs Ria Norsan  

Akhirnya incumbent Sutarmidji menggandeng Irjen Didi Haryanto, mantan Kapolda Kalbar.

Ria Norsan yang kader senior Partai Golkar, nyeberang ke PDI-P demi untuk bisa jadi orang No.1 guna melawan Sutarmidji.

Ketua Pembina Partai Golkar Kalbar dan mantan dua priode Bupati Mempawah itu pun diterima dengan tangan terbuka oleh PDI-P pada sisa batas waktu pendaftaran ke KPU.

Ketua PDI-P Kalbar, Lasarus pun bersegera menunjuk dan menetapkan politisi seniornya, Krisandus Kurniawan sebagai wakil, sementara Lasarus sendiri telah memproklamirkan diri batal sebagai cagub Kalbar. Dia akan kembali ke gedung kura-kura Senayan sebagai anggota DPR-RI yang dimenangkannya lagi pada Pileg  Februari 2024 lalu.

Dia berharap dapat terpilih lagi sebagai Ketua Komisi V yang pernah ditekuninya pada dua priode sebelumnya.

Sedangkan Muda Mahendrawan, mantan Bupati Kubu Raya dua priode, yang tadinya lengket menggandeng Suryanto Tanjung, Ketua DPD Partai HANURA Kalbar, lepas diri dan menggandeng Jakius Sinyor – mantan Kepala Dinas PUPR Kalbar berdasarkan peluang putusan MK No.60/PUU-XXII/24. Padahal sebelumnya, Muda sudah diberi nasihat oleh Buya Zulfan Afan, supaya tidak dulu menyalonkan diri sebagai Gubernur Kalbar di priode sekarang.

Sementara itu Suryanto Tanjung bersama Ketua DPW PPP Kalbar, H.Abang Muhammad Nasir nampak mendampingi pasangan Ria Norsan – Krisantus Kurniawan pada acara deklarasi dan pendaftaran ke KPUD, Kamis (29/9-204) sore.

Sebelumnya, di siang hari yang sama telah lebih dahulu deklarasi dan mendaftar ke KPUD Kalbar, Muda Mahendrawan – Jakius Sinyor didampingi para pimpinan gabungan partai pengusung; PKB, Partai Ummat, Partai Gelora, Partai Buruh, dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), diiringi massa pendukung.

Dengan demikian akan terjadi kontestasi tiga pasangan calon gubernur Kalbar hingga ke puncak pada 27 November 2024.

Perlu diketahui, Partai Golkar akan memberikan sanksi tegas berupa pemberhentian kepada Ria Norsan yang di nilai membelot ke partai lain (PDIP).

“Tidak mungkin ada dua matahari dalam satu perahu”, kata Maman Abdurahman, Ketua DPD Partai Golkar kepada wartawan disela pendaftaran incumben Sutarmidji-Didi Haryono di KPUD, Rabu (28-8-2024).

Sayangnya Ria Norsan menanggapi dingin ancaman partai berlambang pohon beringin itu. Ketika ditanya menjelang mendaftar ke KPUD Kalbar di Jalan Kombes Subarkah, Pontianak.

“Nanti, nantilah itu,” katanya singkat kepada AksiBorneo.*

Comments
Loading...