AKSIBORNEO – “Diketahui Pemerintah Malaysia berencana membuka kembali PLBN (Pos Lintas Batas antar Negara), antara Sarawak (Malaysia Timur) dengan Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia, pada Jumat 1 April 2022.”
KEPUTUSAN tersebut, mengingat setelah dua tahun ditutup akibat pandemi Covid-19, dan kini Malaysia berada dalam peralihan dari pandemi ke fase endemi. Hal ini sejalan dengan keputusan sejumlah negara yang mulai membuka diri untuk kunjungan wisatawan. Disampaikan Perdana Menteri Malysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob dalam sidang media (jumpa pers) di Parlemen, Kuala Lumpur, Selasa (8/3-2022).
Baca selengkapnya di Artikel terkait sebelumnya: Horee….. Malaysia Buka Pintu Perbatasan Mulai 1 April
Kebijakan itu disambut positif oleh Walikota Pontianak – Edi Rusdi Kamtono.
“Saya menyambut baik kebijakan itu, dan kita sudah harus berpikir positif tetapi juga bukan berarti kita harus lengah karena Covid-19 masih ada di sekitar kita,” ujarnya, Rabu (9-3/2022), dipetik dari laman resmi Humas Prokopimda Kota Pontianak.
Edi menilai, dengan adanya kebijakan sejumlah negara yang membuka diri bagi kunjungan warga asing menandakan pandemi mulai berubah ke arah endemi.
Terlebih secara geografis, kata Edi, Provinsi Kalimantan Barat dengan ibukotanya Pontianak, berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia, sehingga hal ini memberikan angin segar bagi kedua wilayah negara.
“Jadi kalau misalnya border dibuka, tentunya banyak warga Malaysia yang datang ke Kota Pontianak dan sebaliknya, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi kedua belah pihak,” katanya.
Menurut Edi, sudah saatnya dilakukan pemulihan terhadap berbagai aktivitas, termasuk pemulihan ekonomi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan serta memperluas cakupan vaksinasi untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.
“Sehingga roda perekonomian mulai bergerak kembali dan berpengaruh pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Dia berharap aktivitas di Kota Pontianak berjalan lancar dan roda perekonomian tidak lumpuh.
Masyarakat juga diharapkan tetap semangat dan tangguh dalam menjalani segala aktivitasnya. Hal ini menjadi modal dasar untuk lebih cepat lagi dalam melangkah menjadi kota yang lebih maju.
Untuk mendukung itu, pihaknya sudah memberikan kelonggaran dan mengizinkan sejumlah aktivitas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Dengan begitu, ujarnya, masyarakat bisa memanfaatkan peluang untuk berusaha dan beraktivitas.
Edi mengimbau, masyarakat tetap harus waspada dengan menjaga kesehatan serta imunitas tubuh sehingga bisa terus menjalankan aktivitasnya.
“Kita tidak mungkin tidak bergerak untuk pemulihan ekonomi,” tutupnya.
Sebagaimana diketahui, jumlah kunjungan warga Malaysia maupun warga Indonesia melalui 3 pintu lintas batas antar negara (PLBN) yang ada di Provinsi Kalbar untuk berbagai keperluan, cukup tinggi sebelum pandemi Covid-19.*
