AKSIBORNEO – “Program strategis Kota Pontianak seperti pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I, pembangunan Mal Pelayanan Publik, pembangunan Rumah Sakit Kota di Kecamatan Pontianak Utara, pembangunan Rusunawa, pelebaran jalan di sepanjang Sungai Jawi, kemudian pemancangan turap serta penyempurnaan Jalan Mantap dan Jalan Lingkungan Mantap, akan dilanjutkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Pontianak Tahun 2023.”
HAl itu, seperti disampaikan oleh Humas Prokopimda Kota Pontianak, diungkap oleh Walikota Pontianak – Edi Rusdi Kamtono, Selasa (22/3-2022),
usai membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Pontianak Tahun 2023, di sebuah hotel berbintang di ibukota Prov.Kalimantan Barat (Kalbar) ini.
“Bahkan kita sudah ke arah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara signifikan, dengan melibatkan UMKM (usaha mikro kelas menengah) secara aktif.
Setelah infrastruktur, kita akan prioritaskan sosial ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Edi Kamtono mengakui, banyak penyapaian Pemkot Pontianak serta target yang belum selesai. Namun, pihaknya terus berupaya untuk menyapai target sesuai visi dan misi Kota Pontianak.
Satu diantara peningkatan itu adalah pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dari yang sebelumnya 79,35 persen di tahun 2019 menjadi 79,93 persen di tahun 2021.
“Ini jauh dari rata-rata IPM nasional yang 72,7 persen. IPM ini dipengaruhi sektor pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat,” ungkapnya.
Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi juga turut meningkat. Meski sempat turun di tahun 2020 akibat pandemi C-19, lanjut Edi, pertumbuhan ekonomi di Kota Pontianak yang sebelumnya 4,14 persen di tahun 2019 sudah menyentuh angka 4,60 persen di tahun 2021.
“Pertumbuhan ekonomi sampai 4,60 persen sudah melebihi target yang kita prediksi dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kota Pontianak,” paparnya.
“Bertumbuhnya ekonomi ini, kemudian turut menekan angka kemiskinan”, tambahnya.
Jika di tahun 2019 berada di angka 4,88 persen, jelas Edi di tahun 2021 kemarin, sudah turun menjadi 4,58 persen. Adapun soal angka pengangguran yang melonjak pada tahun 2021, hal ini dicoba untuk diupayakan menurun di tahun 2022.
“Di dalam program kita paling utama, yaitu menyediakan fasilitas bagi pelaku usaha mikro serta mempercepat perizinan bagi mereka,” terangnya.
Terkait perkembangan ekonomi mikro, Edi menerangkan, angka inflasi di Kota Pontianak yang kian seimbang. Dari tahun 2019 yang menyentuh 2,64 persen sampai sekarang di angka 1,16 persen. Pihaknya bisa mengendalikan angka inflasi tersebut, meskipun saat ini mengalami kendala terkait persoalan harga minyak goreng di pasaran.
“Saya mengapresiasi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalbar yang telah bekerjasama selama ini,” pungkasnya.*AB/Pro
